Otaku mungkin udah bukan hal yang asing lagi untuk diperbincangkan, tapi ada beberapa orang yang bertanya apa sih Otaku itu? Otaku ada sebutan untuk orang-orang yang gemar terhadap komputer atau lebih senang bermain komputer ketimbang melakukan aktivitas nyata, namun sekarang Otaku lebih cenderung kepada orang-orang yang suka terhadap anime, manga, cosplay, game dan hal-hal lain yang berhubungan dengan aktivitas dikomputer. Ehhemm... artikel ku kali ini bukan untuk membahas rutinitas para Otaku, namun akan membahas "kenapa suka menjadi seorang otaku".
Banyak Otaku yang selalu dihina, cacian yang biasa terdengar adalah "dasar bocah suka banget nonton anime" , "dasar ga mencintai negara sendiri, malah mencintai budaya negara lain" , "dasar autis ga bisa diajak gaul" . Hmmm sudah biasa sih, TAPI!! Jika aku sendiri ditanya kenapa memilih menjadi Otaku? Karna biasanya seorang Otaku ga butuh teman, aku menjadi seorang Otaku bukan karna aku lebih mencintai negara lain atau apapun yang kalian pikirkan tentang Otaku, karna pada dasarnya aku bukanlah seseorang yang memihak atau mencintai satu hal. Seperti yang sudah aku bilang, dengan status atau panggilan ku sebagai seorang Otaku, maka aku tak perlu khawatir jika aku tak memiliki teman disisiku karna seorang Otaku memang terbiasa seperti itu. Jaaaa..... kenapa aku tak membutuhkan teman? mungkin 'tak membutuhkan teman' itu terdengar sangat sombong, tapi bukan berarti aku benar-benar tak membutuhkannya, hanya saja... tak pernah ada sosok teman dalam hidupku. 'Teman' , dari kata itupun sudah jelaskan? Teman berarti seseorang yang selalu menemani selalu ada untukmu dalam kondisi apapun, teman adalah sosok yang menemanimu menghabiskan masa mudamu, setidaknya itulah yang aku impikan.
Namun, apa benarkah ada sosok seorang Teman itu? Saat masih SD, aku mempunyai dua orang yang selalu menemaniku, mereka bilang kita adalah sahabat, sungguh menyenangkan masa kanak-kanak yang kami lewati bersama, bahkan kami merencanakan banyak hal untuk tumbuh dewasa bersama. Saat kelas 2 SMP mereka perlahan menghilang karna menemukan teman baru, akupun tak pernah menganggap mereka siapa-siapa lagi. Masa-masa SMP ku tabu untuk membuka hati pada teman baru, maka dari itu meskipun ada beberapa orang yang selalu bersamaku tapi aku rasa berjuang bersama dalam satu hal pun sudah cukup, kami tak perlu berteman. Ada beberapa orang yang bilang jika masa-masa SMA adalah masa-masa paling indah dalam hidupmu yang takkan pernah kau rasakan lagi, hemm awal masa SMA ku, aku awali dengan mencoba melupakan hal yang lalu dan memberikan keyakinan bahwa mungkin teman sesaat takkan terjadi diSMA karna orang-orang bilang diSMA lah kamu akan mendapatkan sahabat sejatimu.
3 Tahun masa SMA ku sangat menyenangkan, tak pernah aku merasa sehidup ini dimana aku dapat berbagi banyak hal, bahkan kami saling membantu membalut luka dan menitikan air mata bersama, masa-masa dimana melakukan kegilaan bersama disekolah, menyuarakan semangat muda, saling membantu mengangkat sesama, indah sekali masa-masa SMA, masa-masa dimana aku merasa sangat hidup bersama teman. Aku menyebutnya masa-masa, karna hal itu hanya terjadi pada waktu itu saja, waktu yang telah berlalu, dan seolah-olah sudah menjadi ciri khas jika menemukan dunia baru maka kamu harus merubah segalanya termasuk teman. Hati yang tengah dimabuk akan kesenangan masa-masa SMA hingga membuatmu melayang-layang, seketika sayap-sayapku pun patah dan semangatku pun terjatuh bahkan hingga kepalung terdalam. Menyesakan, hatiku patah kembali bahkan mungkin hancur berkeping-keping. Seharusnya aku tau bahwa semuanya memang akan berakhir seperti ini lagi, bahwa seorang teman itu bukanlah hal yang abadi, kenapa aku begitu bodoh dan larut akan kesenangan itu, bukankah sudah jelas jika kami hanya akan bersama selama 3 tahun meskipun yang aku harapkan walaupun nanti dunia kami berpisah tapi kami tetap menjadi teman yang sama. Ku rasa aku harus berhenti berpikir seperti seorang bocah, lebih baik memulai hidup dari nol tanpa seorang teman daripada hatiku hancur akan penghianatan yang tak disengaja ini, patah hati hanya buang-buang waktu dan energi saja.
Karena itulah, aku merasa nyaman dengan status sebagai seorang Otaku ini. Aku tak perlu teman, aku tak perlu iri, aku tak perlu memikirkan masalah orang lain, hidupku hanya berjalan atas kehendakku, aku hanya perlu keluargku, kurasa hanya hadir dan cinta merekalah yang abadi. Maka dari itu aku hanya perlu menjalankan siklus hidup ini seperti biasa, hanya berjalan dijalanku sendiri, bersenang-senang dengan caraku, tak perlu memiliki ingatan tentang seorang teman, dan mengumpulkan bekal untuk hari kematianku. Membosankan? Inilah realitanya hidup, kita tak perlu banyak melakukan hal yang tak penting, karna dibumi ini, kita hanya singgah untuk membawa bekal kembali pulang.











